HEADLINE

PMII Mataram Ultimatum Kepala PLN NTB Yondri Zulfadli: Mundur Jika Tak Becus Atasi Krisis Kebakaran!

Sekretaris PMII Mataram, Sapiin, hari ini menyoroti eskalasi kebakaran akibat korsleting di NTB dengan tegas karena merugikan masyarakat.

Tragedi hangusnya ratusan rumah di Desa Sade, Lombok Tengah, Agustus 2026, memicu PMII melayangkan protes keras kepada PLN sebab instalasi buruk terbakar secara masif.

“Kami menilai PLN UIW NTB gagal total mengedukasi masyarakat terkait standar keamanan kelistrikan, sehingga nyawa dan harta benda masyarakat terus menjadi korban kelalaian sistemik ini.”

Menanggapi maraknya musibah di Sumbawa semester ini, Sapiin menyalahkan ketiadaan subsidi peremajaan listrik dari PLN karena membiarkan masyarakat memakai kabel usang secara berbahaya.

Meski PLN meresmikan pusat kendali canggih di Mataram bulan lalu, PMII menganggapnya inefektif mengatasi krisis sebab akar masalah kelistrikan masyarakat tak tersentuh edukasi masif.

“Inovasi digital dan pusat kendali miliaran rupiah itu menjadi omong kosong belaka jika kabel di rumah masyarakat miskin dibiarkan rapuh tanpa ada intervensi nyata.”

Kerugian miliaran di Asrama Anjani Lombok Timur kemarin menegaskan kelalaian PLN membina pelanggan, sehingga arus pendek menghancurkan fasilitas pendidikan dengan sangat cepat.

Kematian lansia di Bima awal Agustus memicu kemarahan Sapiin terhadap PLN UIW NTB, karena pengabaian proteksi meteran terbukti membunuh pelanggan melalui percikan api mematikan.

Sapiin mendesak PLN merealisasikan peremajaan instalasi gratis di seluruh NTB tahun ini, agar masyarakat miskin terselamatkan dari ancaman kebakaran lewat penyaluran dana sosial nyata.

PMII Kota Mataram kini menuntut pertanggungjawaban langsung Kepala PLN UIW NTB akibat rekor buruk keselamatan tersebut dengan menyiapkan gelombang demonstrasi besar-besaran secara terorganisir.

“Kami memberikan ultimatum keras kepada Yondri Zulfadli selaku Kepala PLN UIW NTB. Jika tidak becus menyelesaikan krisis maut ini, segera mundur dari jabatan Anda!”

Jika tuntutan tersebut diabaikan minggu depan, Sapiin memastikan mahasiswa Mataram akan menyegel kantor PLN UIW NTB karena nyawa masyarakat jauh lebih berharga daripada birokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *